Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Rumah Tangga

cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga,cara membuat pupuk organik cair dari sampah rumah tangga,cara membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga,cara membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga,cara membuat pupuk organik dr sampah rumah tangga,cara membuat pupuk organik limbah rumah tangga,cara membuat pupuk organik padat dari limbah rumah tangga,cara membuat pupuk organik sampah rumah tangga,cara pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga,cara pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga,membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga,membuat pupuk organik cair dari sampah rumah tangga,membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga,membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga

Cara Membuat Pupuk Organik Dari Limbah Rumah Tangga – Informasi kali ini kami akan membahas bagaimana cara membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga dengan mudah.

Limbah rumah tangga yang dimaksud adalah sampah rumah tangga yang mudah terurai atau berasal dari bahan organik seperti tumbuh-tumbuhan yang sudah tidak terpakai, sayuran yang tidak layak konsumsi, makanan basi atau kadaluarsa, dan semua bahan yang berasal dari mahluk hidup lainnya.

Pasti ada kan ya di rumah kita?

Dengan demikian, sampah rumah tangga yang terbuat dari plastik atau berbahan kimia tidak termasuk bahan-bahan dalam pembuatan pupuk organik tersebut.

Oleh karena itu, sampah jenis anorganik semacam ini harus dipisahkan pada tempat sampah tersendiri agar tidak tercampur dalam bahan sampah organik.

Perlu diketahui, dalam pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga menggunakan bahan-bahan sampah yang tidak sejuk di mata dan bau yang sangat mengganggu. Anda haruslah orang yang tidak gampang jijik, dan selalu gunakan masker serta sarung tangan saat pembuatannya.

 

4 Langkah Mudah Membuat Pupuk Organik dari Limbah Rumah Tangga

Sekarang kita langsung saja masuk pembahasan bagaimana cara membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga. Adapun langkah-langkahnya akan kami uraikan secara lengkap di bawah ini!

 

Siapkan Bahan-bahan yang Diperlukan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahan utama dalam pembuatan pupuk organik jenis ini adalah limbah rumah tangga yang terdiri dari sampah-sampah organik.

Berikut ini adalah bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga:

  • Sampah rumah tangga yang bersifat organik, seperti makanan basi atau kadaluarsa, tumbuh-tumbuhan sudah tidak terpakai, sayuran yang tidak layak konsumsi, dan semua limbah organik yang berasal dari tubuh mahluk hidup. Anda bisa mendapatkan banyak sampah organik dengan mudah dari tempat buangan sampah yang ada di sekitar pasar tradisional.
  • Tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok berukuran 25 kilogram lengkap dengan tutupnya.
  • Kantong plastik.
  • Bahan EM4 (bisa dibeli di toko pertanian).
  • Air gula atau tetes tebu untuk mengaktifkan EM4.
  • Air sumber atau air sumur, dan jangan gunakan air PAM atau air irigasi karena kemungkinan dapat tercemar zat-zat kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba.

 

Rajang Semua Bahan Sampah Organik

Semua bahan sampah organik seperti sisa sayuran, makanan basi, dan sebagainya yang telah Anda kumpulkan kemudian dirajang atau potong kecil-kecil. Siapkan tong plastik lengkap dengan tutupnya.

 

Masukkan Bahan-bahan Organik ke Dalam Kantong Plastik

Siapkan kantong plastik berukuran besar yang telah diberi beberapa lubang sebesar 1 centimeter sebagai celah untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.

Siapkan tetes tebu atau larutan gula untuk mengaktifkan EM4 yang akan dimasukkan bersama bahan-bahan organik tadi.

Campurkan semua bahan mulai dari rajangan sampah organik, EM4, dan larutan gula ke dalam kantong plastik yang telah diberi lubang. Jangan lupa untuk mengikat kantong plastik berisi campuran bahan-bahan tadi dengan rapat.

Masukan kantong plastik tersebut ke dalam tong, dan isi dengan air sumur lalu tutup rapat-rapat. Biarkan selama waktu kurang lebih 3 minggu.

Ingat, gunakan air sumur dan jangan menggunakan Air PAM atau Air Irigasi, karena kemungkinan tercampur dengan bahan-bahan kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba di dalam tong.

membuat pupuk organik sampah rumah tangga,pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga,pembuatan pupuk organik cair dari sampah rumah tangga,pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga,pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga,pembuatan pupuk organik limbah rumah tangga,pupuk organik cair dari limbah rumah tangga,pupuk organik cair dari sampah rumah tangga,pupuk organik cair limbah rumah tangga,pupuk organik dari limbah rumah tangga,pupuk organik dari sampah rumah tangga,pupuk organik limbah rumah tangga,pupuk organik sampah rumah tangga,cara membuat pupuk organik padat dari sampah rumah tangga

Angkat Sampah Organik, dan Pupuk Siap untuk Digunakan

Setelah kurun waktu 3 minggu, buka tutup tong dan cek hasilnya. Bila sampah dalam tong tidak menimbulkan bau busuk dan terlihat menyusut, artinya pupuk telah matang dan siap untuk digunakan.

Baca Juga :  Mengapa Memilih Organik Pupuk

Angkat sampah dalam kantong plastik, lalu tiriskan air yang ada di dalam kantong. Dari cara pembuatan pupuk organik yang telah Anda lakukan tadi, ada dua jenis pupuk yang bisa diperoleh yaitu pupuk organik cair dari air di dalam tong, dan pupuk organik padat di dalam kantong plastik.

 

Cara Penggunaan Pupuk Organik Padat dan Pupuk Organik Cair

Ada perbedaan dalam cara penggunaan pupuk organik padat dan pupuk organik cair karena keduanya memang memiliki fungsi atau kegunaan yang berbeda bagi tanaman.

 

Cara Penggunaan Pupuk Organik Padat pada Tanaman

Untuk pupuk organik padat, cara penggunaannya pada tanaman adalah dengan dibenam pada bagian ujung perakaran.

Pupuk organik padat cocok untuk diterapkan pada tanaman musiman dan penggunaannya dapat dilakukan bersamaan ketika pengolahan lahan dan juga cocok untuk pemupukan kelapa sawit.

Semakin banyak pupuk organik yang diberikan, semakin tinggi tingkat kesuburan lahan. Penggunaan pupuk organik padat memiliki manfaat bagi tanaman atau lahan pertanian, antara lain:

  1. Menambah tingkat kesuburan tanah.
  2. Membenahi kondisi kimia tanah.
  3. Memperbaiki kondisi biologi tanah dengan meningkatkan aktivitas mikroba yang bermanfaat bagi kesuburan tanaman.
  4. Memperbaiki kondisi fisik tanah, yaitu dengan menjadikannya lebih gembur, dan membuat tanah mampu mengikat air dengan lebih baik.
  5. Penggunaannya aman dipakai oleh manusia.
  6. Tidak mencemari kondisi lingkungan di sekitarnya.

 

Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair pada Tanaman

Sementara untuk penggunaan pupuk organik cair, bisa dilakukan dengan menyemprotkannya pada daun, batang, maupun ujung perakaran.

Lakukan penyemprotan saat hari cerah agar pupuk tidak hilang karena air hujan dan dapat diserap dengan baik oleh tanaman.

Penggunaan pupuk organik cair memiliki fungsi yang berbeda dengan pupuk organik padat.

Pupuk jenis ini memiliki sejumlah keunggulan karena mengandung berbagai mineral dan zat-zat esensial yang sangat dibutuhkan tanaman serta memberikan nutrisi hormon pertumbuhan bagi tanaman.

Pada pupuk organik cair memiliki sejumlah manfaat yang antara lain sebagai berikut:

Secara Fisik

  • Menggemburkan tanah.
  • Memperbaiki aerasi dan drainasi lahan.
  • Menambah kemampuan pengikatan antar-partikel.
  • Mencegah erosi dan longsor pada tanah.
  • Merevitalisasi daya olah tanah menjadi lebih baik.

Secara Kimia

  • Meningkatkan kapasitas tukar kation pada tanah.
  • Meningkatkan ketersediaan unsur hara pada lahan pertanian.
  • Mempermudah proses pelapukan bahan mineral.

Secara Biologi

  • Meningkatkan ketersediaan sumber makanan bagi mikroorganisme tanah yang baik bagi tanaman, seperti fungi, bakteri, dan mikroorganisme menguntungkan lainnya. Sehingga dapat berkembang lebih cepat.

 

Pupuk Organik Menjadi Solusi Tepat Bagi Kualitas Lahan Pertanian

Penggunaan pupuk organik merupakan solusi tepat dalam mengatasi kemuduran bahan organik pada lahan pertanian.

Para ahli juga mengemukakan bahwa lahan pertanian sangat membutuhkan pupuk organik sebagai sumber kesuburan dan zat hara pada tanah.

Keunggulan lainnya dari pupuk organik yang tidak diperoleh pada pupuk anorganik ialah pupuk organik sangat bermanfaat sebagai soil ameliorant atau membenahi kualitas tanah pada lahan pertanian.

Tak hanya itu, manfaat lainnya yang bisa dirasakan oleh petani ialah meningkatnya produktivitas lahan pertanian, sehingga keuntungan lebih besar bisa didapatkan para petani.

Kadar kandungan bahan organik dan unsur hara yang ada di dalam tanah akan meningkat, sehingga sifat, kimia, dan biologi tanah akan menjadi lebih baik.

Pengolahan lahan juga akan semakin mudah karena kualitas tanah yang kian membaik sehingga biaya pertanian bisa menjadi lebih efisien.

Pupuk organik dapat dibuat dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, sehingga turut mengurangi jumlah sampah di sekitar lingkungan demi terciptanya kualitas hidup yang lebih baik.

Jika Anda tidak ingen ribet dengan tutorial cara membuat pupuk organik, Anda juga dapat membeli pupuk organik yang memang sudah terbukti digunakan oleh mayoritas petani disini.

Rate this post

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!